Selasa, 31 Januari 2017

Soal UAS Akhlak Tasawuf


UJIAN AKHIR SEMESTER

1.    Jelaskan mengapa Akhlak Tasawuf urgen untuk  kita pelajari dalam kehidupan modern! Saya akan memberikan tiga argumentasi penguat pendapat saya.
·                       Akhlak Tasawuf sangat penting untuk kita pelajari dalam kehidupan modern ini. Karena, Tasawuf merupakan program pendidikan yang focus pada penyucian jiwa dari segala penyakit yang menghalangi manusia dari Allah SWT. sekaligus meluruskan penyimpangan-penyimpangan kejiwaan dan tindakan dalam masalah yang berkaitan dengan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya, dengan dirinya dan dengan orang lain. Sedangkan arti kata dari modern atau modernisme adalah paham tentang hal-hal yang bersifat moderen. Sebagian orang beranggapan bahwa  Islam dan Modernisme adalah suatu kata yang tidak tepat untuk di sandingkan, menurut mereka modernisme adalah pintu utamanya bid’ah dan bid’ah adalah virusnya agama. Masyarakat modern umumnya lebih mempergunakan akal atau rasio mereka untuk memecahkan setiap masalahnya. Sedangkan islam mempunyai konsep bahwa manusia tetap menggunakan dalil naqli di samping dalil aqlinya. Sehingga konsep diri yang ada pada masyarakat modern adalah hedonisme, yang mengakibatkan kemerosotan akhlak.
·     ·                           Banyak cara yang dianjurkan para ahli untuk mengatasi masalah, salah satu cara yang dianjurkan para ahli adalah dengan cara mengembangkan kehidupan yang berakhlak dan bertasawuf. Salah satu tokoh yang begitu memperjuangkan akhlak tasawuf bagi mengatasi masalah modern adalah Husein Nasrh, menurutnya paham sufisme ini mulai mendapat tempat dikalangan masyarakat, karena mereka mulai merasakan kekeringan batin dimana sufisme yang dapat menjawab persoalan mereka. Beberapa tujuan sufisme yang dimasyarakatkan yaitu :
#  Turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkan kemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat dari hilangnya nilai-nilai spiritual.
#  Memperkenalkan literatur atau pemahaman tentang aspek esoteric (batin) islam, baik terhadap masyarakat islam yang mulai melupakannya maupun non islam, khususnya terhadap masyarakat barat.
·         Untuk penjelasan yang terakhir tasawuf melatih manusia agar memiliki ketajaman batin dan kehalusan batin dan kahalusan budi pekerti. Sikap batin dan kehalusan budi yang tajam ini menyebabkan ia akan selalu mengutamakan pertimbangan kemanusiaan pada setiap masalah yang dihadapi. Dengan cara demikian, ia akan terhindar dari melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela menurut agama.


<script data-ad-client="ca-pub-3114749402665324" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>


2.      Jelaskan apa yang anda ketahui tentang pengertian Akhlak Tasawuf secara etimologi dan terminologi beserta ruang lingkup dan tujuan akhlak tasawuf serta manfaatnya!
·         Secara etimologi kata akhlak berasal dari bahasa Arab akhlaq dalam bentuk jama’, sedang mufradnya adalah khuluq. Kata khuluq (bentuk mufrad dari akhlaq) ini berasal dari fi’il madhi khalaqa yang dapat mempunyai bermacam-macam arti tergantung pada mashdar yang digunakan. Ada beberapa kata Arab seakar dengan kata al-khuluq ini dengan perbedaan makna. Namun karena ada kesamaan akar kata, maka berbagai makna tersebut tetap saling berhubungan. Diantaranya adalah kata al-khalq artinya ciptaan. Dalam bahasa Arab kata al-khalq artinya menciptakan sesuatu tanpa didahului oleh sebuah contoh, atau dengan kata lain menciptakan sesuatu dari tiada. Dan yang bisa melakukan hal ini hanyalah Allah, sehingga hanya Allahlah yang berhak berpredikat Al-Khaliq atau Al-Khallaq.
·         Secara terminologi  tasawuf merupakan suatu sistem latihan dengan kesungguhan (riyadlah-mujahadah) untuk membersihkan, mempertinggi, dan memperdalam kerohanian dalam rangka mendekatkan (taqarrub) kepada Allah, sehingga dengan itu maka segala konsentrasi seseorang hanya tertuju kepada-Nya.
·         Ruang lingkup Akhlak Tasawuf: adalah tentang perbuatan-perbuatan manusia yang mendorong kepada baik atau buruknya. Akhlak tasawuf bukanlah tingkah laku manusia melainkan perbuatan yang dilakukan atas kemauan manusia itu sendiri yang selalu dilakukannya dan kemudian mendarah daging dalam diri  manusia itu sendiri.
·           Tujuan akhlak tasawauf:
1.    Berupaya menyelamatkan diri dari akidah-akidah syirik dan  batil.
2.    Melepaskan diri (Takhalli) daripenyakit kalbu.
3.    Menghiasi diri (Tahalli) dan akhlak islam yang mulia.
4.    Menggapai derajat ihsan dalam ibadah (Tajalli).
·           Manfaat Akhlak Tasawuf ialah membersihkan hati agar sampai kepada Ma’rifat Allah SWT. Sebagai Ma’rifat yang sempurna untuk keselamatan diakhirat dan mendapatkan keridlaan Allah SWT. Dan mendapat kebahagiaan abadi . Dengan adanya bantuan Tasawuf , maka ilmu pengetahuan satu dengan yang lainnya tidak akan bertabrakan, karena ia berada dalam satu jalan dan satu tujuan . Juga Untuk memperoleh hubungan langsung dan disadari denganTuhan, sehingga seseorang merasa berada di hadirat-Nya.

3.      Apa yang dimaksud dengan tasawuf sunni, dan sebutkan pula ciri-ciri tasawuf tersebut!
·         Tasawuf Sunni adalah tasawuf yang berorientasi  pada perbaikan akhlak, mencari hakikat kebenaran dan mewujudkan manusia yang dapat makrifat kepada Allah, dengan metode-metode tertentu yang telah dirumuskan.
·         Ciri-ciri tasawuf sunni:
1.      Melandaskan diri pada al-qur’an dan al-sunnah. Tasawuf jenis ini dalam pengejawantahan ajaran-ajarannya cenderung memakai landasan qur’an dan sunnah sebagai kerangka pendekatannya.
2.      Tidak menggunakan terminologi –terminologi filsafat sebagaimana terdapat pada ungkapan-ungkapan syathahat.20 Terminologi –terminologi yang dikembangkan tasawuf sunni lebih transparan, sehinggga tidak sering bergelut dengan term-term syathahat.
3.      Lebih bersifat mengajarkan dualisme dalam hubungan antara tuhan dan manusia. Dualisme yang dimaksud di sini adalah ajaran yang mengakui bahwa meskipun manusia dapat berhubungan dengan tuhan, hubungannya tetap dalam kerangka yang berbeda antara keduanya, dala hal esensina. Sedekat apapun manusia dengan tuhannya, tidak lantas membuat manusia dapat menyatu dengan tuhan.
4.      Lebih terkonsentrasi pada soal pembinaan moral, pendidikan akhlaq, dan pengobatan jiwa dengan cara riyadhah (latihan mental) dan langkah takhalli, tahalli, dan tajali.

4.      Apa perbedaan yang paling menonjol antara tasawuf sunni dengan tasawuf falsafi?
·         Perbedaan yang jelas diantara kedua aliran ini nampaknya  lebih menonjol kepada segi praktis (العملي ), sedangkan tasawuf falsafi menonjol kepada segi teoritis (النطري ) sehingga dalam konsep-konsep tasawuf falsafi lebih mengedepankan asas rasio dengan pendektan-pendekatan filosofis yang ini sulit diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi orang awam, bahkan bisa dikatakan mustahil. Kaum sufi falsafi menganggap bahwasanya tiada sesuatupun yang wujud. kecuali Allah, sehingga manusia dan alam semesta, semuanya adalah Allah. Mereka tidak menganggap bahwasanya Allah itu zat yang Esa, yang bersemayam diatas Arsy. Dalam tasawuf falsafi, tentang bersatunya Tuhan dengan makhluknya.

5.    Kajian dalam tasawuf bersumber dari Al-qur’an dan Hadist. Tuliskan tiga ayat dan tiga hadist yang merupakan sumber kajian ilmu tersebut.

Akhlak Tasawuf bersumber dari Al-Qur’an:
·        يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ  بِقَوْمٍ  يُحِبُّهُمْ  وَيُحِبُّونَهُ  أَذِلَّةٍ  عَلَى  الْمُؤْمِنِينَ  أَعِزَّةٍ  عَلَى الْكَافِرِينَ  يُجَاهِدُونَ فِي  سَبِيلِ اللهِ  وَلاَ  يَخَافُونَ  لَوْمَةَ  لآَئِمٍ ذَلِكَ  فَضْلُ  اللهِ  يُؤْتِيهِ  مَن  يَشَآءُ  وَاللهُ  وَاسِعٌ  عَلِيمٌ  (المائدة: 54)
“Wahai sekalian orang beriman barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia cintai dan kaum tersebut mencintai Allah, mereka adalah orang-orang yang lemah lembut kepada sesama orang mukmin dan sangat kuat -ditakuti- oleh orang-orang kafir. Mereka berjihad dijalan Allah, dan mereka tidak takut terhadap cacian orang yang mencaci”. (QS. Al-Ma’idah: 54).      
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (التحريم : 8)
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿٢٠﴾
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Q.S Al-Hadid: 20)
·         Akhlak Tasawuf bersumber dari hadist:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي اللَّهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ
Artinya:
Dari sahabat Sahal bin Saad as-Sa'idy beliau berkata: datang seseorang kepada Rasulullah Saw dan berkata: 'Wahai Rasulullah ! tunjukkanlah kepadaku sutu amalan, jika aku mengerjakannya maka Allah akan mencintaiku dan juga manusia', Rasulullah Saw bersabda: "berlaku zuhudalah kamu di dunia, maka Allah akan mencintaimu, dan berlaku zuhudlah kamu atas segala apa yang dimiliki oleh manusia, maka mereka (manusia) akan mencintaimu".

عَن زَيْدُ بْنُ ثَابِت قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
Artinya:
Dari Zaid bin Tsabit beliau berkata : Aku mendengarkan Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan berlepas diri dari segala urusannya dan tidaklah ia mendapatkan dari dunia sesuatu apapun keculi apa yang telah di tetapkan baginya. Dan barang siapa yang sangat menjadikan akhirat sebaga tujuannya, maka Allah akan mengumpulkan seluruh harta kekayaan baginya, dan menjadikan kekayaan itu dalam hatinya, serta mendapatkan dunia sedang ia dalam keadaan tertindas".

من عرف نفسه عرف ربه
"Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri, maka mengenal Tuhannya.


6.      Disebutkan bahwa dalam diri manusia ada 3 jenis nafsu, Amarah, lawamah, Muthma’innah, jelaskan kettiga hal tersebut!
·         Nafsu Amarah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang belum terkendali. Manusia yang memiliki nafsu amarah sepanjang hidupnya akan dikendalikan oleh hawa nafsunya. Dan manusia semacam ini tak ubahnya seperti binatang.
·         Nafsu Lawwamah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang berusaha dikendalikan sesuai perintah Tuhan. Manusia yang memiliki nafsu lawwamah mereka akan labil. Di satu saat dia mengikuti akalnya, di saat yang lain dia mengikuti nafsunya. Namun kecenderungannya dia akan mengikuti nafsunya lebih besar daripada akalnya.
·        Nafsu Muthmai’nnah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang sudah terkendali/sesuai perintah Tuhan. Manusia yang memiliki nafsu mutmainah nafsunya akan selalu mengikuti akalnya sehingga ia selalu berhati-hati tidak terburu-buru dan gegabah menuruti keinginan nafsunya. Manusia-manusia inilah yang diseru Allah untuk memasuki surga-Nya.

“Demikianlah tugas dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Syukran dan terima kasih.”


1 komentar: