AKHLAK TASAWUF
Senin, 17 April 2017
AKHLAK TASAWUF: Soal UAS Akhlak Tasawuf
AKHLAK TASAWUF: Soal UAS Akhlak Tasawuf: UJIAN AKHIR SEMESTE R 1. Jelaskan mengapa Akhlak Tasawuf urgen untuk kita pelajari dalam kehidupan modern! Saya akan memberikan ...
hari ibu: DINAMIKA PERKAWINAN DI INDONESIA
hari ibu: DINAMIKA PERKAWINAN DI INDONESIA: DINAMIKA PERKAWINAN DI INDONESIA MAKALAH UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MANDIRI MATA KULIAH: HUKUM ISLAM DOSEN PENGAMPU: S...
Selasa, 31 Januari 2017
Soal UAS Akhlak Tasawuf
UJIAN AKHIR SEMESTER
1.
Jelaskan
mengapa Akhlak Tasawuf urgen untuk kita
pelajari dalam kehidupan modern! Saya akan memberikan tiga argumentasi penguat
pendapat saya.
·
Akhlak Tasawuf
sangat penting untuk kita pelajari dalam kehidupan modern ini. Karena, Tasawuf merupakan
program pendidikan yang focus pada penyucian jiwa dari segala penyakit yang
menghalangi manusia dari Allah SWT. sekaligus meluruskan
penyimpangan-penyimpangan kejiwaan dan tindakan dalam masalah yang berkaitan
dengan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya, dengan dirinya dan dengan orang
lain. Sedangkan arti kata dari modern atau modernisme adalah paham tentang hal-hal
yang bersifat moderen. Sebagian orang beranggapan bahwa Islam dan Modernisme adalah suatu kata yang
tidak tepat untuk di sandingkan, menurut mereka modernisme adalah pintu
utamanya bid’ah dan bid’ah adalah virusnya agama. Masyarakat modern umumnya
lebih mempergunakan akal atau rasio mereka untuk memecahkan setiap masalahnya.
Sedangkan islam mempunyai konsep bahwa manusia tetap menggunakan dalil naqli di
samping dalil aqlinya. Sehingga konsep diri yang ada pada masyarakat modern
adalah hedonisme, yang mengakibatkan kemerosotan akhlak.
· ·
Banyak cara
yang dianjurkan para ahli untuk mengatasi masalah, salah satu cara yang
dianjurkan para ahli adalah dengan cara mengembangkan kehidupan yang berakhlak
dan bertasawuf. Salah satu tokoh yang begitu memperjuangkan akhlak tasawuf bagi
mengatasi masalah modern adalah Husein Nasrh, menurutnya paham sufisme ini
mulai mendapat tempat dikalangan masyarakat, karena mereka mulai merasakan
kekeringan batin dimana sufisme yang dapat menjawab persoalan mereka. Beberapa
tujuan sufisme yang dimasyarakatkan yaitu :
# Turut serta terlibat dalam berbagai peran
dalam menyelamatkan kemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat dari hilangnya
nilai-nilai spiritual.
# Memperkenalkan literatur atau pemahaman
tentang aspek esoteric (batin) islam, baik terhadap masyarakat islam yang mulai
melupakannya maupun non islam, khususnya terhadap masyarakat barat.
·
Untuk
penjelasan yang terakhir tasawuf melatih manusia agar memiliki ketajaman batin
dan kehalusan batin dan kahalusan budi pekerti. Sikap batin dan kehalusan budi
yang tajam ini menyebabkan ia akan selalu mengutamakan pertimbangan kemanusiaan
pada setiap masalah yang dihadapi. Dengan cara demikian, ia akan terhindar dari
melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela menurut agama.
<script data-ad-client="ca-pub-3114749402665324" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
2.
Jelaskan
apa yang anda ketahui tentang pengertian Akhlak Tasawuf secara etimologi dan
terminologi beserta ruang lingkup dan tujuan akhlak tasawuf serta manfaatnya!
·
Secara
etimologi kata akhlak berasal dari bahasa Arab akhlaq dalam bentuk jama’,
sedang mufradnya adalah khuluq. Kata khuluq (bentuk mufrad dari akhlaq) ini
berasal dari fi’il madhi khalaqa yang dapat mempunyai bermacam-macam arti
tergantung pada mashdar yang digunakan. Ada beberapa kata Arab seakar dengan
kata al-khuluq ini dengan perbedaan makna. Namun karena ada kesamaan akar kata,
maka berbagai makna tersebut tetap saling berhubungan. Diantaranya adalah kata
al-khalq artinya ciptaan. Dalam bahasa Arab kata al-khalq artinya menciptakan
sesuatu tanpa didahului oleh sebuah contoh, atau dengan kata lain menciptakan
sesuatu dari tiada. Dan yang bisa melakukan hal ini hanyalah Allah, sehingga
hanya Allahlah yang berhak berpredikat Al-Khaliq atau Al-Khallaq.
·
Secara
terminologi tasawuf merupakan suatu
sistem latihan dengan kesungguhan (riyadlah-mujahadah) untuk membersihkan,
mempertinggi, dan memperdalam kerohanian dalam rangka mendekatkan (taqarrub)
kepada Allah, sehingga dengan itu maka segala konsentrasi seseorang hanya
tertuju kepada-Nya.
·
Ruang lingkup
Akhlak Tasawuf: adalah tentang perbuatan-perbuatan manusia yang mendorong
kepada baik atau buruknya. Akhlak tasawuf bukanlah tingkah laku manusia
melainkan perbuatan yang dilakukan atas kemauan manusia itu sendiri yang selalu
dilakukannya dan kemudian mendarah daging dalam diri manusia itu sendiri.
·
Tujuan akhlak
tasawauf:
1.
Berupaya
menyelamatkan diri dari akidah-akidah syirik dan batil.
2.
Melepaskan diri
(Takhalli) daripenyakit kalbu.
3.
Menghiasi diri
(Tahalli) dan akhlak islam yang mulia.
4.
Menggapai
derajat ihsan dalam ibadah (Tajalli).
·
Manfaat Akhlak
Tasawuf ialah membersihkan hati agar sampai kepada Ma’rifat Allah SWT. Sebagai
Ma’rifat yang sempurna untuk keselamatan diakhirat dan mendapatkan keridlaan
Allah SWT. Dan mendapat kebahagiaan abadi . Dengan adanya bantuan Tasawuf ,
maka ilmu pengetahuan satu dengan yang lainnya tidak akan bertabrakan, karena
ia berada dalam satu jalan dan satu tujuan . Juga Untuk memperoleh hubungan
langsung dan disadari denganTuhan, sehingga seseorang merasa berada di
hadirat-Nya.
3.
Apa
yang dimaksud dengan tasawuf sunni, dan sebutkan pula ciri-ciri tasawuf
tersebut!
·
Tasawuf Sunni
adalah tasawuf yang berorientasi pada
perbaikan akhlak, mencari hakikat kebenaran dan mewujudkan manusia yang dapat
makrifat kepada Allah, dengan metode-metode tertentu yang telah dirumuskan.
·
Ciri-ciri tasawuf
sunni:
1.
Melandaskan
diri pada al-qur’an dan al-sunnah. Tasawuf jenis ini dalam pengejawantahan
ajaran-ajarannya cenderung memakai landasan qur’an dan sunnah sebagai kerangka
pendekatannya.
2.
Tidak
menggunakan terminologi –terminologi filsafat sebagaimana terdapat pada
ungkapan-ungkapan syathahat.20 Terminologi –terminologi yang dikembangkan
tasawuf sunni lebih transparan, sehinggga tidak sering bergelut dengan
term-term syathahat.
3.
Lebih bersifat
mengajarkan dualisme dalam hubungan antara tuhan dan manusia. Dualisme yang
dimaksud di sini adalah ajaran yang mengakui bahwa meskipun manusia dapat
berhubungan dengan tuhan, hubungannya tetap dalam kerangka yang berbeda antara
keduanya, dala hal esensina. Sedekat apapun manusia dengan tuhannya, tidak lantas
membuat manusia dapat menyatu dengan tuhan.
4.
Lebih
terkonsentrasi pada soal pembinaan moral, pendidikan akhlaq, dan pengobatan
jiwa dengan cara riyadhah (latihan mental) dan langkah takhalli, tahalli, dan
tajali.
4.
Apa
perbedaan yang paling menonjol antara tasawuf sunni dengan tasawuf falsafi?
·
Perbedaan yang
jelas diantara kedua aliran ini nampaknya lebih menonjol kepada segi praktis (العملي
), sedangkan tasawuf falsafi menonjol kepada segi teoritis (النطري
) sehingga dalam konsep-konsep tasawuf falsafi lebih mengedepankan asas rasio
dengan pendektan-pendekatan filosofis yang ini sulit diaplikasikan ke dalam
kehidupan sehari-hari khususnya bagi orang awam, bahkan bisa dikatakan
mustahil. Kaum sufi falsafi menganggap bahwasanya tiada sesuatupun yang wujud. kecuali
Allah, sehingga manusia dan alam semesta, semuanya adalah Allah. Mereka tidak
menganggap bahwasanya Allah itu zat yang Esa, yang bersemayam diatas Arsy. Dalam
tasawuf falsafi, tentang bersatunya Tuhan dengan makhluknya.
5.
Kajian
dalam tasawuf bersumber dari Al-qur’an dan Hadist. Tuliskan tiga ayat dan tiga
hadist yang merupakan sumber kajian ilmu tersebut.
Akhlak Tasawuf
bersumber dari Al-Qur’an:
·
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ
عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ
وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ
اللهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآَئِمٍ ذَلِكَ
فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ وَاللهُ
وَاسِعٌ عَلِيمٌ (المائدة: 54)
“Wahai sekalian orang beriman
barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan
suatu kaum yang Dia cintai dan kaum tersebut mencintai Allah, mereka adalah
orang-orang yang lemah lembut kepada sesama orang mukmin dan sangat kuat
-ditakuti- oleh orang-orang kafir. Mereka berjihad dijalan Allah, dan mereka
tidak takut terhadap cacian orang yang mencaci”. (QS. Al-Ma’idah: 54).
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ
رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ
تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ
وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ
كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (التحريم : 8)
Hai
orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa
(taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi
kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan
orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan
dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami,
sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau
Maha Kuasa atas segala sesuatu".
اعْلَمُوا أَنَّمَا
الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ
فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ
يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ
وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ
الْغُرُورِ ﴿٢٠﴾
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya
kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan
bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan
anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian
tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi
hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang
menipu.” (Q.S Al-Hadid: 20)
·
Akhlak
Tasawuf bersumber dari hadist:
عَنْ سَهْلِ بْنِ
سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ
فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي
اللَّهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ
Artinya:
Dari sahabat Sahal bin Saad as-Sa'idy beliau berkata: datang
seseorang kepada Rasulullah Saw dan berkata: 'Wahai Rasulullah ! tunjukkanlah
kepadaku sutu amalan, jika aku mengerjakannya maka Allah akan mencintaiku dan
juga manusia', Rasulullah Saw bersabda: "berlaku zuhudalah kamu di dunia,
maka Allah akan mencintaimu, dan berlaku zuhudlah kamu atas segala apa yang
dimiliki oleh manusia, maka mereka (manusia) akan mencintaimu".
عَن زَيْدُ بْنُ
ثَابِت قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ
بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ
كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ
وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
Artinya:
Dari Zaid bin Tsabit beliau berkata : Aku mendengarkan Rasulullah
Saw bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka
Allah akan berlepas diri dari segala urusannya dan tidaklah ia mendapatkan dari
dunia sesuatu apapun keculi apa yang telah di tetapkan baginya. Dan barang
siapa yang sangat menjadikan akhirat sebaga tujuannya, maka Allah akan
mengumpulkan seluruh harta kekayaan baginya, dan menjadikan kekayaan itu dalam
hatinya, serta mendapatkan dunia sedang ia dalam keadaan tertindas".
من عرف نفسه عرف ربه
"Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri, maka mengenal Tuhannya.
6.
Disebutkan bahwa dalam diri manusia ada 3 jenis nafsu, Amarah,
lawamah, Muthma’innah, jelaskan kettiga hal tersebut!
·
Nafsu Amarah adalah
potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang belum terkendali. Manusia yang memiliki
nafsu amarah sepanjang hidupnya akan dikendalikan oleh hawa nafsunya. Dan manusia
semacam ini tak ubahnya seperti binatang.
·
Nafsu
Lawwamah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu
yang berusaha dikendalikan sesuai perintah Tuhan. Manusia yang memiliki nafsu
lawwamah mereka akan labil. Di satu saat dia mengikuti akalnya, di saat yang
lain dia mengikuti nafsunya. Namun kecenderungannya dia akan mengikuti nafsunya
lebih besar daripada akalnya.
·
Nafsu Muthmai’nnah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang sudah terkendali/sesuai
perintah Tuhan. Manusia yang memiliki nafsu mutmainah nafsunya akan selalu
mengikuti akalnya sehingga ia selalu berhati-hati tidak terburu-buru dan
gegabah menuruti keinginan nafsunya. Manusia-manusia inilah yang diseru Allah
untuk memasuki surga-Nya.
“Demikianlah tugas dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Syukran
dan terima kasih.”
Kriteria-Kriteria Baik dan Buruk
KRITERIA-KRITERIA BAIK DAN BURUK
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MANDIRI
MATA KULIAH: AKHLAK TASAWUF
DOSEN PENGAMPU: SUGIYARTO S. Sos
Disusun oleh:
Irfan Maulana Yusuf
FAKULTAS DAKWAH
MA’HAD ‘ALI AL-IKHLASH
CIAWILOR CIAWIGEBANG KUNINGAN JAWA BARAT
2016
KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang dengan
Rahmat-Nya memberikan nikmat kepada kita semua sebagai mahkluk-Nya, yang berupa
nikmat Iman dan Islam serta nikmat waktu untuk berfkir, untuk menggali
ilmu-ilmu Allah yang begitu luas.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhir
zaman yakni Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya sahabatnya dan kita selaku
umatnya.
Alhamdulillah pemakalah bisa menyelesaikan makalah yang sederhana
ini, yang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Ucapan terima kasih
pemakalah sampaikan kepada Sugiyarto S. Sos selaku dosen pada mata
kuliah Akhlak Tasawuf yang telah memberikan kesempatan untuk menggali ilmu ini
lebih dalam lagi.
Selebihnya pemakalah mohon maaf, apabila makalah ini terdapat
banyak kesalahan dan kekurangan-kekurangan baik dalam bentuk tulisan ataupun
yang lainnya.
والسلام
عليكم ورحمة الله وبر كا ته
Ciawlor,
17 Desember 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perbuatan
manusia ada yang baik dan ada yang tidak baik. Perbuatan manusia ada yang baik
dan ada yang tidak baik. Kadang-kadang disuatu tempat, perbuatan itu dianggap
salah atau buruk. Hati manusia memiliki perasaan dan dapat mengenal, perbuatan
itu baik atau buruk dan benar atau salah. Sebelum membahas lebih dalam tentang
baik dan buruk alangkah baiknya untuk memahami kedua istilah tersebut yaitu
baik dan buruk. Istilah baik dan buruk merupakan dua kata yang banyak digunakan
untuk menentukan suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
Pembicaraan
mengenai baik dan buruk penting karena dua alasan. Pertama, persoalan ini
menjadi pembahasan utama ilmu akhlak sekaligus menjadi inti keberagaman
seseorang. Kedua, mengetahui pandangan Islam tentang persoalan ini di tengah
maraknya berbagai aliran yang memperbincangkan persoalan ini
.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian
baik dan buruk ?
2. Apa saja aliran baik dan buruk ?
BAB
II
PEMBAHASAN
C. Pengertian Baik dan Buruk.
Pengertian
baik secara bahasa adalah terjemahan dari kata khoir dalam bahasa Arab, atau
good dalam bahasa Inggris. Louis Ma`luf dalam kitab Munjid, mengatakan bahwa
yang disebut baik adalah sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan.[1] Setiap
ada pengertian baik pasti ada pengertian buruk. Istilah buruk dalam bahasa arab
dikenal dengan istilah syarr, dan diartikan sebagai sesuatu yang tidak baik,
yang tidak seperti yang seharusnya, tak sempurna dalam kualitas, dibawah
standar, kurang dalam nilai, tak mencukupi, keji, jahat, tidak bermoral, tidak
menyenangkan, tidak dapat disetujui, tidak dapat diterima, sesuatu yang
tercela, lawan dari baik, dan perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma
masyarakat yang berlaku.
Setiap
orang pasti memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan dari setiap orang walaupun
berbeda-beda, semuanya akan bermuara kepada satu tujuan yang dinamakan baik,
semuanya mengharapkan agar mendapat yang baik dan bahagia, tujuan akhirnya
sama. Setiap gerak dan langkah untuk mencari nilai, sudah tentu manusia
memiliki suatu standar untuk mengukur sesuatu yang baik dan buruk.Baik dan
buruk kadang-kadang diukur oleh adat.Ukuran adat istiadat ini tentu saja
berbeda-beda disetiap tempat.Sebab, adat istiadat sangat dipengaruhi oleh
faktor geografis dan lingkungan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Atas dasar ini muncul berbagai aliran diantaranya:
1.
Aliran
Hedonisme
Aliran
Hedonisme berpendapat bahwa norma baik dan buruk adalah”kebahagiaan” karenanya
suatu perbuatan apabila dapat mendatangkan kebahagiaan maka perbuatan itu baik,
dan sebaliknya perbuatan itu buruk apabila mendatangkan penderitaan. Ada juga
yang mengatakan bahwa perbuatan yang baik adalah perbuatan yang banyak
mendatangkan kelezatan, kenikmatan dan kepuasan nafsu biologis.
Aliran
ini tidak mengatakan bahwa semua perbuatan mengandung kelezatan, melainkan ada
pula yang mendatangkan kepedihan atau kesengsaraan. kebahagiaan atau kelezatan
itu adalah tujuan semua manusia hidup didunia. Tidak ada kebaikan dalam hidup
selain kelezatan dan tidak ada keburukan kecuali penderitaan. Sedangkan akhlak
adalah berbuat untuk menghasilkan kelezatan, kemulyaan, dan kebahagiaan.
Keutamaan tidak mempunyai nilai tersendiri, melainkan nilainya terletak pada
kelezatan yang mengiringinya. Maksud paham ini adalah bahwa manusia hendaknya
mencari kelezatan yang sebesar-besarnya bagi dirinya. Dan setiap perbuatannya
harus diarahkan kepada kelezatan. Maka apabila terjadi keraguan dalam memilih
sesuatu perbuatannya, harus diperhitungkan banyak sedikitnya kelezatan dan
kepedihannya. Dan sesuatu itu baik apabila diri seseorang yang melakukan
perbuatan mengarah kepada tujuan.
2.
Aliran
Sosialisme.
Baik
dan buruk menurut aliran ini ditentukan berdasarkan adat istiadat yang berlaku
dan dipegangi oleh masyarakat. Orang yang mengikuti dan berpegang teguh pada
adat dipandang baik, dan orang yang menentang tidak mengikuti adat-istiadat
dipandang buruk dan mendapat hukuman secara adat. Adat istiadat selanjutnya
dipandang sebagai pendapat umum.
Di
masyarakat akan kita jumpai adat-istiadat yang berkenaan dengan cara
berpakaian, makan, minum dan sebagainya. Orang yang mengikuti cara yang
demikian itulah yang dianggap orang baik, dan orang yang mengingkarinya adalah
orang yang buruk. Kelompok yang menilai baik dan buruk menurut adat ini dalam
pandangan filsafat di kenal dengan aliran sosialisme. Paham ini muncul dari
anggapan karena masyarakat itu terdiri dari manusia, maka masyarakatlah yang
menentukan nilai baik dan buruk perbuatan
manusia itu sendiri. Karena hakikat dari adat itu sendiri sebenarnya adalah
produk budaya manusia yang sifatnya nisbi dan relatif, maka nilai baik dan
buruk tersebut juga sangat relatif juga.
3.
Aliran
Humanisme.
Menurut
aliran ini perbuatan yang baik adalah perbuatan yang sesuai dengan penilaian
yang diberikan oleh hati nurani. Dan sebaliknya perbuatan buruk adalah
perbuatan yang menurut hati nurani atau kekuatan batin di pandang buruk.Menurut
paham ini ukuran baik dan buruk adalah tindakan yang sesuai dengan derajat
manusia, dan tidak menentang atau mengurangi keputusan hati. Secara batin
setiap orang pasti tidak akan dapat membohongi kata hatinya. Jika suatu ketika
seseorang mengatakan suatu kebohongan, hal yang demikian hanya dapat dilakukan
atau diterima oleh ucapannya, tetapi kata hatinya tetap tidak mengakui
kebohongan itu.
4.
Aliran
Religionisme
Paham
ini berpendapat bahwa yang dianggap baik adalah perbuatan yang sesuai dengan
kehendak Tuhan, sedangkan perbuatan buruk adalah perbuatan yang tidak sesuai
dengan kehendak Tuhan. Paham ini,terhadap keyakinan teologis yaitu keimanan
kepada Tuahan sangat memegang peran penting. Karena tidak mungkin orang berbuat
sesuai dengan kehendak Tuhan, apabila yang melakukan tidak beriman kepada-Nya.
Perlu
diketahui, bahwa di dunia ini ada bermacam-macam agama yang dianut, dan
masing-masing agama menentukan baik buruk menurut ukuranya agama masing-masing.
Agama Hindu, Budha, Yahudi, Kristen dan Islam , masing-masing agama tersebut
memiliki pandangan dan tolok ukur tentang baik dan buruk antra yang satu dengan
lainya berbeda-beda dan juga ada persamaanya.[2]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Baik
dan buruk yang menjadi tolok ukur perilaku manusia pada dasarnya akan kembali
pada hati nurani manusia itu sendiri, sehingga manusia bisa melakukan
perbuatan-perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan yang buruk.
Dalam
ajaran Islam baik dan buruk dinilai dari beberapa kriteria seperti niat dari
hati manusia, dan bagaimana langkah yang ditempuh dalam melakukan perbuatan
itu.Perbuatan yang baik dalam Islam adalah perbuatan yang sesuai dengan
petunjuk al-Qur’an dan al-hadits, dan perbuatan yang buruk adalah perbuatan
yang bertentangan dengan al-Qur’an dan al-hadits.
DAFTAR PUSTAKA
Ø http://vidaraesa-uinsuka.blogspot.co.id/2013/11/makalah-akhlak-tasawuf-baik-buruk-dari.html
Ø http://debysezuli.blogspot.co.id/2015/03/makalah-aliran-aliran-akhlak-tentang.html
Langganan:
Komentar (Atom)