Selasa, 31 Januari 2017

Soal UAS Akhlak Tasawuf


UJIAN AKHIR SEMESTER

1.    Jelaskan mengapa Akhlak Tasawuf urgen untuk  kita pelajari dalam kehidupan modern! Saya akan memberikan tiga argumentasi penguat pendapat saya.
·                       Akhlak Tasawuf sangat penting untuk kita pelajari dalam kehidupan modern ini. Karena, Tasawuf merupakan program pendidikan yang focus pada penyucian jiwa dari segala penyakit yang menghalangi manusia dari Allah SWT. sekaligus meluruskan penyimpangan-penyimpangan kejiwaan dan tindakan dalam masalah yang berkaitan dengan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya, dengan dirinya dan dengan orang lain. Sedangkan arti kata dari modern atau modernisme adalah paham tentang hal-hal yang bersifat moderen. Sebagian orang beranggapan bahwa  Islam dan Modernisme adalah suatu kata yang tidak tepat untuk di sandingkan, menurut mereka modernisme adalah pintu utamanya bid’ah dan bid’ah adalah virusnya agama. Masyarakat modern umumnya lebih mempergunakan akal atau rasio mereka untuk memecahkan setiap masalahnya. Sedangkan islam mempunyai konsep bahwa manusia tetap menggunakan dalil naqli di samping dalil aqlinya. Sehingga konsep diri yang ada pada masyarakat modern adalah hedonisme, yang mengakibatkan kemerosotan akhlak.
·     ·                           Banyak cara yang dianjurkan para ahli untuk mengatasi masalah, salah satu cara yang dianjurkan para ahli adalah dengan cara mengembangkan kehidupan yang berakhlak dan bertasawuf. Salah satu tokoh yang begitu memperjuangkan akhlak tasawuf bagi mengatasi masalah modern adalah Husein Nasrh, menurutnya paham sufisme ini mulai mendapat tempat dikalangan masyarakat, karena mereka mulai merasakan kekeringan batin dimana sufisme yang dapat menjawab persoalan mereka. Beberapa tujuan sufisme yang dimasyarakatkan yaitu :
#  Turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkan kemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat dari hilangnya nilai-nilai spiritual.
#  Memperkenalkan literatur atau pemahaman tentang aspek esoteric (batin) islam, baik terhadap masyarakat islam yang mulai melupakannya maupun non islam, khususnya terhadap masyarakat barat.
·         Untuk penjelasan yang terakhir tasawuf melatih manusia agar memiliki ketajaman batin dan kehalusan batin dan kahalusan budi pekerti. Sikap batin dan kehalusan budi yang tajam ini menyebabkan ia akan selalu mengutamakan pertimbangan kemanusiaan pada setiap masalah yang dihadapi. Dengan cara demikian, ia akan terhindar dari melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela menurut agama.


<script data-ad-client="ca-pub-3114749402665324" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>


2.      Jelaskan apa yang anda ketahui tentang pengertian Akhlak Tasawuf secara etimologi dan terminologi beserta ruang lingkup dan tujuan akhlak tasawuf serta manfaatnya!
·         Secara etimologi kata akhlak berasal dari bahasa Arab akhlaq dalam bentuk jama’, sedang mufradnya adalah khuluq. Kata khuluq (bentuk mufrad dari akhlaq) ini berasal dari fi’il madhi khalaqa yang dapat mempunyai bermacam-macam arti tergantung pada mashdar yang digunakan. Ada beberapa kata Arab seakar dengan kata al-khuluq ini dengan perbedaan makna. Namun karena ada kesamaan akar kata, maka berbagai makna tersebut tetap saling berhubungan. Diantaranya adalah kata al-khalq artinya ciptaan. Dalam bahasa Arab kata al-khalq artinya menciptakan sesuatu tanpa didahului oleh sebuah contoh, atau dengan kata lain menciptakan sesuatu dari tiada. Dan yang bisa melakukan hal ini hanyalah Allah, sehingga hanya Allahlah yang berhak berpredikat Al-Khaliq atau Al-Khallaq.
·         Secara terminologi  tasawuf merupakan suatu sistem latihan dengan kesungguhan (riyadlah-mujahadah) untuk membersihkan, mempertinggi, dan memperdalam kerohanian dalam rangka mendekatkan (taqarrub) kepada Allah, sehingga dengan itu maka segala konsentrasi seseorang hanya tertuju kepada-Nya.
·         Ruang lingkup Akhlak Tasawuf: adalah tentang perbuatan-perbuatan manusia yang mendorong kepada baik atau buruknya. Akhlak tasawuf bukanlah tingkah laku manusia melainkan perbuatan yang dilakukan atas kemauan manusia itu sendiri yang selalu dilakukannya dan kemudian mendarah daging dalam diri  manusia itu sendiri.
·           Tujuan akhlak tasawauf:
1.    Berupaya menyelamatkan diri dari akidah-akidah syirik dan  batil.
2.    Melepaskan diri (Takhalli) daripenyakit kalbu.
3.    Menghiasi diri (Tahalli) dan akhlak islam yang mulia.
4.    Menggapai derajat ihsan dalam ibadah (Tajalli).
·           Manfaat Akhlak Tasawuf ialah membersihkan hati agar sampai kepada Ma’rifat Allah SWT. Sebagai Ma’rifat yang sempurna untuk keselamatan diakhirat dan mendapatkan keridlaan Allah SWT. Dan mendapat kebahagiaan abadi . Dengan adanya bantuan Tasawuf , maka ilmu pengetahuan satu dengan yang lainnya tidak akan bertabrakan, karena ia berada dalam satu jalan dan satu tujuan . Juga Untuk memperoleh hubungan langsung dan disadari denganTuhan, sehingga seseorang merasa berada di hadirat-Nya.

3.      Apa yang dimaksud dengan tasawuf sunni, dan sebutkan pula ciri-ciri tasawuf tersebut!
·         Tasawuf Sunni adalah tasawuf yang berorientasi  pada perbaikan akhlak, mencari hakikat kebenaran dan mewujudkan manusia yang dapat makrifat kepada Allah, dengan metode-metode tertentu yang telah dirumuskan.
·         Ciri-ciri tasawuf sunni:
1.      Melandaskan diri pada al-qur’an dan al-sunnah. Tasawuf jenis ini dalam pengejawantahan ajaran-ajarannya cenderung memakai landasan qur’an dan sunnah sebagai kerangka pendekatannya.
2.      Tidak menggunakan terminologi –terminologi filsafat sebagaimana terdapat pada ungkapan-ungkapan syathahat.20 Terminologi –terminologi yang dikembangkan tasawuf sunni lebih transparan, sehinggga tidak sering bergelut dengan term-term syathahat.
3.      Lebih bersifat mengajarkan dualisme dalam hubungan antara tuhan dan manusia. Dualisme yang dimaksud di sini adalah ajaran yang mengakui bahwa meskipun manusia dapat berhubungan dengan tuhan, hubungannya tetap dalam kerangka yang berbeda antara keduanya, dala hal esensina. Sedekat apapun manusia dengan tuhannya, tidak lantas membuat manusia dapat menyatu dengan tuhan.
4.      Lebih terkonsentrasi pada soal pembinaan moral, pendidikan akhlaq, dan pengobatan jiwa dengan cara riyadhah (latihan mental) dan langkah takhalli, tahalli, dan tajali.

4.      Apa perbedaan yang paling menonjol antara tasawuf sunni dengan tasawuf falsafi?
·         Perbedaan yang jelas diantara kedua aliran ini nampaknya  lebih menonjol kepada segi praktis (العملي ), sedangkan tasawuf falsafi menonjol kepada segi teoritis (النطري ) sehingga dalam konsep-konsep tasawuf falsafi lebih mengedepankan asas rasio dengan pendektan-pendekatan filosofis yang ini sulit diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi orang awam, bahkan bisa dikatakan mustahil. Kaum sufi falsafi menganggap bahwasanya tiada sesuatupun yang wujud. kecuali Allah, sehingga manusia dan alam semesta, semuanya adalah Allah. Mereka tidak menganggap bahwasanya Allah itu zat yang Esa, yang bersemayam diatas Arsy. Dalam tasawuf falsafi, tentang bersatunya Tuhan dengan makhluknya.

5.    Kajian dalam tasawuf bersumber dari Al-qur’an dan Hadist. Tuliskan tiga ayat dan tiga hadist yang merupakan sumber kajian ilmu tersebut.

Akhlak Tasawuf bersumber dari Al-Qur’an:
·        يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ  بِقَوْمٍ  يُحِبُّهُمْ  وَيُحِبُّونَهُ  أَذِلَّةٍ  عَلَى  الْمُؤْمِنِينَ  أَعِزَّةٍ  عَلَى الْكَافِرِينَ  يُجَاهِدُونَ فِي  سَبِيلِ اللهِ  وَلاَ  يَخَافُونَ  لَوْمَةَ  لآَئِمٍ ذَلِكَ  فَضْلُ  اللهِ  يُؤْتِيهِ  مَن  يَشَآءُ  وَاللهُ  وَاسِعٌ  عَلِيمٌ  (المائدة: 54)
“Wahai sekalian orang beriman barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia cintai dan kaum tersebut mencintai Allah, mereka adalah orang-orang yang lemah lembut kepada sesama orang mukmin dan sangat kuat -ditakuti- oleh orang-orang kafir. Mereka berjihad dijalan Allah, dan mereka tidak takut terhadap cacian orang yang mencaci”. (QS. Al-Ma’idah: 54).      
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (التحريم : 8)
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿٢٠﴾
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Q.S Al-Hadid: 20)
·         Akhlak Tasawuf bersumber dari hadist:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي اللَّهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ
Artinya:
Dari sahabat Sahal bin Saad as-Sa'idy beliau berkata: datang seseorang kepada Rasulullah Saw dan berkata: 'Wahai Rasulullah ! tunjukkanlah kepadaku sutu amalan, jika aku mengerjakannya maka Allah akan mencintaiku dan juga manusia', Rasulullah Saw bersabda: "berlaku zuhudalah kamu di dunia, maka Allah akan mencintaimu, dan berlaku zuhudlah kamu atas segala apa yang dimiliki oleh manusia, maka mereka (manusia) akan mencintaimu".

عَن زَيْدُ بْنُ ثَابِت قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
Artinya:
Dari Zaid bin Tsabit beliau berkata : Aku mendengarkan Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan berlepas diri dari segala urusannya dan tidaklah ia mendapatkan dari dunia sesuatu apapun keculi apa yang telah di tetapkan baginya. Dan barang siapa yang sangat menjadikan akhirat sebaga tujuannya, maka Allah akan mengumpulkan seluruh harta kekayaan baginya, dan menjadikan kekayaan itu dalam hatinya, serta mendapatkan dunia sedang ia dalam keadaan tertindas".

من عرف نفسه عرف ربه
"Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri, maka mengenal Tuhannya.


6.      Disebutkan bahwa dalam diri manusia ada 3 jenis nafsu, Amarah, lawamah, Muthma’innah, jelaskan kettiga hal tersebut!
·         Nafsu Amarah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang belum terkendali. Manusia yang memiliki nafsu amarah sepanjang hidupnya akan dikendalikan oleh hawa nafsunya. Dan manusia semacam ini tak ubahnya seperti binatang.
·         Nafsu Lawwamah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang berusaha dikendalikan sesuai perintah Tuhan. Manusia yang memiliki nafsu lawwamah mereka akan labil. Di satu saat dia mengikuti akalnya, di saat yang lain dia mengikuti nafsunya. Namun kecenderungannya dia akan mengikuti nafsunya lebih besar daripada akalnya.
·        Nafsu Muthmai’nnah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang sudah terkendali/sesuai perintah Tuhan. Manusia yang memiliki nafsu mutmainah nafsunya akan selalu mengikuti akalnya sehingga ia selalu berhati-hati tidak terburu-buru dan gegabah menuruti keinginan nafsunya. Manusia-manusia inilah yang diseru Allah untuk memasuki surga-Nya.

“Demikianlah tugas dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Syukran dan terima kasih.”


Kriteria-Kriteria Baik dan Buruk




KRITERIA-KRITERIA BAIK DAN BURUK
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MANDIRI
MATA KULIAH: AKHLAK TASAWUF
DOSEN PENGAMPU: SUGIYARTO S. Sos



Disusun oleh:
Irfan Maulana Yusuf
FAKULTAS DAKWAH
MA’HAD ‘ALI AL-IKHLASH
CIAWILOR CIAWIGEBANG KUNINGAN JAWA BARAT
2016



KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang dengan Rahmat-Nya memberikan nikmat kepada kita semua sebagai mahkluk-Nya, yang berupa nikmat Iman dan Islam serta nikmat waktu untuk berfkir, untuk menggali ilmu-ilmu Allah yang begitu luas.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhir zaman yakni Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya sahabatnya dan kita selaku umatnya.
Alhamdulillah pemakalah bisa menyelesaikan makalah yang sederhana ini, yang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Ucapan terima kasih pemakalah sampaikan kepada Sugiyarto S. Sos selaku dosen pada mata kuliah Akhlak Tasawuf yang telah memberikan kesempatan untuk menggali ilmu ini lebih dalam lagi.
Selebihnya pemakalah mohon maaf, apabila makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan-kekurangan baik dalam bentuk tulisan ataupun yang lainnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته

Ciawlor, 17 Desember 2016

Penyusun





BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar belakang

Perbuatan manusia ada yang baik dan ada yang tidak baik. Perbuatan manusia ada yang baik dan ada yang tidak baik. Kadang-kadang disuatu tempat, perbuatan itu dianggap salah atau buruk. Hati manusia memiliki perasaan dan dapat mengenal, perbuatan itu baik atau buruk dan benar atau salah. Sebelum membahas lebih dalam tentang baik dan buruk alangkah baiknya untuk memahami kedua istilah tersebut yaitu baik dan buruk. Istilah baik dan buruk merupakan dua kata yang banyak digunakan untuk menentukan suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia.

Pembicaraan mengenai baik dan buruk penting karena dua alasan. Pertama, persoalan ini menjadi pembahasan utama ilmu akhlak sekaligus menjadi inti keberagaman seseorang. Kedua, mengetahui pandangan Islam tentang persoalan ini di tengah maraknya berbagai aliran yang memperbincangkan persoalan ini
.
B.   Rumusan Masalah

1.          Apa pengertian baik dan buruk ?
2.          Apa saja aliran baik dan buruk ?


BAB II
PEMBAHASAN

C.   Pengertian Baik dan Buruk.

Pengertian baik secara bahasa adalah terjemahan dari kata khoir dalam bahasa Arab, atau good dalam bahasa Inggris. Louis Ma`luf dalam kitab Munjid, mengatakan bahwa yang disebut baik adalah sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan.[1] Setiap ada pengertian baik pasti ada pengertian buruk. Istilah buruk dalam bahasa arab dikenal dengan istilah syarr, dan diartikan sebagai sesuatu yang tidak baik, yang tidak seperti yang seharusnya, tak sempurna dalam kualitas, dibawah standar, kurang dalam nilai, tak mencukupi, keji, jahat, tidak bermoral, tidak menyenangkan, tidak dapat disetujui, tidak dapat diterima, sesuatu yang tercela, lawan dari baik, dan perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.

Setiap orang pasti memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan dari setiap orang walaupun berbeda-beda, semuanya akan bermuara kepada satu tujuan yang dinamakan baik, semuanya mengharapkan agar mendapat yang baik dan bahagia, tujuan akhirnya sama. Setiap gerak dan langkah untuk mencari nilai, sudah tentu manusia memiliki suatu standar untuk mengukur sesuatu yang baik dan buruk.Baik dan buruk kadang-kadang diukur oleh adat.Ukuran adat istiadat ini tentu saja berbeda-beda disetiap tempat.Sebab, adat istiadat sangat dipengaruhi oleh faktor geografis dan lingkungan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Atas dasar ini muncul berbagai aliran diantaranya:

1.  Aliran Hedonisme
Aliran Hedonisme berpendapat bahwa norma baik dan buruk adalah”kebahagiaan” karenanya suatu perbuatan apabila dapat mendatangkan kebahagiaan maka perbuatan itu baik, dan sebaliknya perbuatan itu buruk apabila mendatangkan penderitaan. Ada juga yang mengatakan bahwa perbuatan yang baik adalah perbuatan yang banyak mendatangkan kelezatan, kenikmatan dan kepuasan nafsu biologis.
Aliran ini tidak mengatakan bahwa semua perbuatan mengandung kelezatan, melainkan ada pula yang mendatangkan kepedihan atau kesengsaraan. kebahagiaan atau kelezatan itu adalah tujuan semua manusia hidup didunia. Tidak ada kebaikan dalam hidup selain kelezatan dan tidak ada keburukan kecuali penderitaan. Sedangkan akhlak adalah berbuat untuk menghasilkan kelezatan, kemulyaan, dan kebahagiaan. Keutamaan tidak mempunyai nilai tersendiri, melainkan nilainya terletak pada kelezatan yang mengiringinya. Maksud paham ini adalah bahwa manusia hendaknya mencari kelezatan yang sebesar-besarnya bagi dirinya. Dan setiap perbuatannya harus diarahkan kepada kelezatan. Maka apabila terjadi keraguan dalam memilih sesuatu perbuatannya, harus diperhitungkan banyak sedikitnya kelezatan dan kepedihannya. Dan sesuatu itu baik apabila diri seseorang yang melakukan perbuatan mengarah kepada tujuan.
2.  Aliran Sosialisme.
Baik dan buruk menurut aliran ini ditentukan berdasarkan adat istiadat yang berlaku dan dipegangi oleh masyarakat. Orang yang mengikuti dan berpegang teguh pada adat dipandang baik, dan orang yang menentang tidak mengikuti adat-istiadat dipandang buruk dan mendapat hukuman secara adat. Adat istiadat selanjutnya dipandang sebagai pendapat umum.
Di masyarakat akan kita jumpai adat-istiadat yang berkenaan dengan cara berpakaian, makan, minum dan sebagainya. Orang yang mengikuti cara yang demikian itulah yang dianggap orang baik, dan orang yang mengingkarinya adalah orang yang buruk. Kelompok yang menilai baik dan buruk menurut adat ini dalam pandangan filsafat di kenal dengan aliran sosialisme. Paham ini muncul dari anggapan karena masyarakat itu terdiri dari manusia, maka masyarakatlah yang menentukan nilai  baik dan buruk perbuatan manusia itu sendiri. Karena hakikat dari adat itu sendiri sebenarnya adalah produk budaya manusia yang sifatnya nisbi dan relatif, maka nilai baik dan buruk tersebut juga sangat relatif juga.

3.  Aliran Humanisme.
Menurut aliran ini perbuatan yang baik adalah perbuatan yang sesuai dengan penilaian yang diberikan oleh hati nurani. Dan sebaliknya perbuatan buruk adalah perbuatan yang menurut hati nurani atau kekuatan batin di pandang buruk.Menurut paham ini ukuran baik dan buruk adalah tindakan yang sesuai dengan derajat manusia, dan tidak menentang atau mengurangi keputusan hati. Secara batin setiap orang pasti tidak akan dapat membohongi kata hatinya. Jika suatu ketika seseorang mengatakan suatu kebohongan, hal yang demikian hanya dapat dilakukan atau diterima oleh ucapannya, tetapi kata hatinya tetap tidak mengakui kebohongan itu.

4.  Aliran Religionisme
Paham ini berpendapat bahwa yang dianggap baik adalah perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan perbuatan buruk adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Paham ini,terhadap keyakinan teologis yaitu keimanan kepada Tuahan sangat memegang peran penting. Karena tidak mungkin orang berbuat sesuai dengan kehendak Tuhan, apabila yang melakukan tidak beriman kepada-Nya.
Perlu diketahui, bahwa di dunia ini ada bermacam-macam agama yang dianut, dan masing-masing agama menentukan baik buruk menurut ukuranya agama masing-masing. Agama Hindu, Budha, Yahudi, Kristen dan Islam , masing-masing agama tersebut memiliki pandangan dan tolok ukur tentang baik dan buruk antra yang satu dengan lainya berbeda-beda dan juga ada persamaanya.[2]



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Baik dan buruk yang menjadi tolok ukur perilaku manusia pada dasarnya akan kembali pada hati nurani manusia itu sendiri, sehingga manusia bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan yang buruk.

Dalam ajaran Islam baik dan buruk dinilai dari beberapa kriteria seperti niat dari hati manusia, dan bagaimana langkah yang ditempuh dalam melakukan perbuatan itu.Perbuatan yang baik dalam Islam adalah perbuatan yang sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan al-hadits, dan perbuatan yang buruk adalah perbuatan yang bertentangan dengan al-Qur’an dan al-hadits.



DAFTAR PUSTAKA


Ø http://vidaraesa-uinsuka.blogspot.co.id/2013/11/makalah-akhlak-tasawuf-baik-buruk-dari.html

Ø http://debysezuli.blogspot.co.id/2015/03/makalah-aliran-aliran-akhlak-tentang.html


[1] http://vidaraesa-uinsuka.blogspot.co.id/2013/11/makalah-akhlak-tasawuf-baik-buruk-dari.html
[2] http://debysezuli.blogspot.co.id/2015/03/makalah-aliran-aliran-akhlak-tentang.html