UJIAN AKHIR SEMESTER
1.
Jelaskan
mengapa Akhlak Tasawuf urgen untuk kita
pelajari dalam kehidupan modern! Saya akan memberikan tiga argumentasi penguat
pendapat saya.
·
Akhlak Tasawuf
sangat penting untuk kita pelajari dalam kehidupan modern ini. Karena, Tasawuf merupakan
program pendidikan yang focus pada penyucian jiwa dari segala penyakit yang
menghalangi manusia dari Allah SWT. sekaligus meluruskan
penyimpangan-penyimpangan kejiwaan dan tindakan dalam masalah yang berkaitan
dengan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya, dengan dirinya dan dengan orang
lain. Sedangkan arti kata dari modern atau modernisme adalah paham tentang hal-hal
yang bersifat moderen. Sebagian orang beranggapan bahwa Islam dan Modernisme adalah suatu kata yang
tidak tepat untuk di sandingkan, menurut mereka modernisme adalah pintu
utamanya bid’ah dan bid’ah adalah virusnya agama. Masyarakat modern umumnya
lebih mempergunakan akal atau rasio mereka untuk memecahkan setiap masalahnya.
Sedangkan islam mempunyai konsep bahwa manusia tetap menggunakan dalil naqli di
samping dalil aqlinya. Sehingga konsep diri yang ada pada masyarakat modern
adalah hedonisme, yang mengakibatkan kemerosotan akhlak.
· ·
Banyak cara
yang dianjurkan para ahli untuk mengatasi masalah, salah satu cara yang
dianjurkan para ahli adalah dengan cara mengembangkan kehidupan yang berakhlak
dan bertasawuf. Salah satu tokoh yang begitu memperjuangkan akhlak tasawuf bagi
mengatasi masalah modern adalah Husein Nasrh, menurutnya paham sufisme ini
mulai mendapat tempat dikalangan masyarakat, karena mereka mulai merasakan
kekeringan batin dimana sufisme yang dapat menjawab persoalan mereka. Beberapa
tujuan sufisme yang dimasyarakatkan yaitu :
# Turut serta terlibat dalam berbagai peran
dalam menyelamatkan kemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat dari hilangnya
nilai-nilai spiritual.
# Memperkenalkan literatur atau pemahaman
tentang aspek esoteric (batin) islam, baik terhadap masyarakat islam yang mulai
melupakannya maupun non islam, khususnya terhadap masyarakat barat.
·
Untuk
penjelasan yang terakhir tasawuf melatih manusia agar memiliki ketajaman batin
dan kehalusan batin dan kahalusan budi pekerti. Sikap batin dan kehalusan budi
yang tajam ini menyebabkan ia akan selalu mengutamakan pertimbangan kemanusiaan
pada setiap masalah yang dihadapi. Dengan cara demikian, ia akan terhindar dari
melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela menurut agama.
<script data-ad-client="ca-pub-3114749402665324" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
2.
Jelaskan
apa yang anda ketahui tentang pengertian Akhlak Tasawuf secara etimologi dan
terminologi beserta ruang lingkup dan tujuan akhlak tasawuf serta manfaatnya!
·
Secara
etimologi kata akhlak berasal dari bahasa Arab akhlaq dalam bentuk jama’,
sedang mufradnya adalah khuluq. Kata khuluq (bentuk mufrad dari akhlaq) ini
berasal dari fi’il madhi khalaqa yang dapat mempunyai bermacam-macam arti
tergantung pada mashdar yang digunakan. Ada beberapa kata Arab seakar dengan
kata al-khuluq ini dengan perbedaan makna. Namun karena ada kesamaan akar kata,
maka berbagai makna tersebut tetap saling berhubungan. Diantaranya adalah kata
al-khalq artinya ciptaan. Dalam bahasa Arab kata al-khalq artinya menciptakan
sesuatu tanpa didahului oleh sebuah contoh, atau dengan kata lain menciptakan
sesuatu dari tiada. Dan yang bisa melakukan hal ini hanyalah Allah, sehingga
hanya Allahlah yang berhak berpredikat Al-Khaliq atau Al-Khallaq.
·
Secara
terminologi tasawuf merupakan suatu
sistem latihan dengan kesungguhan (riyadlah-mujahadah) untuk membersihkan,
mempertinggi, dan memperdalam kerohanian dalam rangka mendekatkan (taqarrub)
kepada Allah, sehingga dengan itu maka segala konsentrasi seseorang hanya
tertuju kepada-Nya.
·
Ruang lingkup
Akhlak Tasawuf: adalah tentang perbuatan-perbuatan manusia yang mendorong
kepada baik atau buruknya. Akhlak tasawuf bukanlah tingkah laku manusia
melainkan perbuatan yang dilakukan atas kemauan manusia itu sendiri yang selalu
dilakukannya dan kemudian mendarah daging dalam diri manusia itu sendiri.
·
Tujuan akhlak
tasawauf:
1.
Berupaya
menyelamatkan diri dari akidah-akidah syirik dan batil.
2.
Melepaskan diri
(Takhalli) daripenyakit kalbu.
3.
Menghiasi diri
(Tahalli) dan akhlak islam yang mulia.
4.
Menggapai
derajat ihsan dalam ibadah (Tajalli).
·
Manfaat Akhlak
Tasawuf ialah membersihkan hati agar sampai kepada Ma’rifat Allah SWT. Sebagai
Ma’rifat yang sempurna untuk keselamatan diakhirat dan mendapatkan keridlaan
Allah SWT. Dan mendapat kebahagiaan abadi . Dengan adanya bantuan Tasawuf ,
maka ilmu pengetahuan satu dengan yang lainnya tidak akan bertabrakan, karena
ia berada dalam satu jalan dan satu tujuan . Juga Untuk memperoleh hubungan
langsung dan disadari denganTuhan, sehingga seseorang merasa berada di
hadirat-Nya.
3.
Apa
yang dimaksud dengan tasawuf sunni, dan sebutkan pula ciri-ciri tasawuf
tersebut!
·
Tasawuf Sunni
adalah tasawuf yang berorientasi pada
perbaikan akhlak, mencari hakikat kebenaran dan mewujudkan manusia yang dapat
makrifat kepada Allah, dengan metode-metode tertentu yang telah dirumuskan.
·
Ciri-ciri tasawuf
sunni:
1.
Melandaskan
diri pada al-qur’an dan al-sunnah. Tasawuf jenis ini dalam pengejawantahan
ajaran-ajarannya cenderung memakai landasan qur’an dan sunnah sebagai kerangka
pendekatannya.
2.
Tidak
menggunakan terminologi –terminologi filsafat sebagaimana terdapat pada
ungkapan-ungkapan syathahat.20 Terminologi –terminologi yang dikembangkan
tasawuf sunni lebih transparan, sehinggga tidak sering bergelut dengan
term-term syathahat.
3.
Lebih bersifat
mengajarkan dualisme dalam hubungan antara tuhan dan manusia. Dualisme yang
dimaksud di sini adalah ajaran yang mengakui bahwa meskipun manusia dapat
berhubungan dengan tuhan, hubungannya tetap dalam kerangka yang berbeda antara
keduanya, dala hal esensina. Sedekat apapun manusia dengan tuhannya, tidak lantas
membuat manusia dapat menyatu dengan tuhan.
4.
Lebih
terkonsentrasi pada soal pembinaan moral, pendidikan akhlaq, dan pengobatan
jiwa dengan cara riyadhah (latihan mental) dan langkah takhalli, tahalli, dan
tajali.
4.
Apa
perbedaan yang paling menonjol antara tasawuf sunni dengan tasawuf falsafi?
·
Perbedaan yang
jelas diantara kedua aliran ini nampaknya lebih menonjol kepada segi praktis (العملي
), sedangkan tasawuf falsafi menonjol kepada segi teoritis (النطري
) sehingga dalam konsep-konsep tasawuf falsafi lebih mengedepankan asas rasio
dengan pendektan-pendekatan filosofis yang ini sulit diaplikasikan ke dalam
kehidupan sehari-hari khususnya bagi orang awam, bahkan bisa dikatakan
mustahil. Kaum sufi falsafi menganggap bahwasanya tiada sesuatupun yang wujud. kecuali
Allah, sehingga manusia dan alam semesta, semuanya adalah Allah. Mereka tidak
menganggap bahwasanya Allah itu zat yang Esa, yang bersemayam diatas Arsy. Dalam
tasawuf falsafi, tentang bersatunya Tuhan dengan makhluknya.
5.
Kajian
dalam tasawuf bersumber dari Al-qur’an dan Hadist. Tuliskan tiga ayat dan tiga
hadist yang merupakan sumber kajian ilmu tersebut.
Akhlak Tasawuf
bersumber dari Al-Qur’an:
·
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ
عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ
وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ
اللهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآَئِمٍ ذَلِكَ
فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ وَاللهُ
وَاسِعٌ عَلِيمٌ (المائدة: 54)
“Wahai sekalian orang beriman
barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan
suatu kaum yang Dia cintai dan kaum tersebut mencintai Allah, mereka adalah
orang-orang yang lemah lembut kepada sesama orang mukmin dan sangat kuat
-ditakuti- oleh orang-orang kafir. Mereka berjihad dijalan Allah, dan mereka
tidak takut terhadap cacian orang yang mencaci”. (QS. Al-Ma’idah: 54).
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ
رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ
تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ
وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ
كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (التحريم : 8)
Hai
orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa
(taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi
kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan
orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan
dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami,
sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau
Maha Kuasa atas segala sesuatu".
اعْلَمُوا أَنَّمَا
الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ
فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ
يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ
وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ
الْغُرُورِ ﴿٢٠﴾
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya
kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan
bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan
anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian
tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi
hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang
menipu.” (Q.S Al-Hadid: 20)
·
Akhlak
Tasawuf bersumber dari hadist:
عَنْ سَهْلِ بْنِ
سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ
فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي
اللَّهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ
Artinya:
Dari sahabat Sahal bin Saad as-Sa'idy beliau berkata: datang
seseorang kepada Rasulullah Saw dan berkata: 'Wahai Rasulullah ! tunjukkanlah
kepadaku sutu amalan, jika aku mengerjakannya maka Allah akan mencintaiku dan
juga manusia', Rasulullah Saw bersabda: "berlaku zuhudalah kamu di dunia,
maka Allah akan mencintaimu, dan berlaku zuhudlah kamu atas segala apa yang
dimiliki oleh manusia, maka mereka (manusia) akan mencintaimu".
عَن زَيْدُ بْنُ
ثَابِت قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ
بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ
كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ
وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
Artinya:
Dari Zaid bin Tsabit beliau berkata : Aku mendengarkan Rasulullah
Saw bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka
Allah akan berlepas diri dari segala urusannya dan tidaklah ia mendapatkan dari
dunia sesuatu apapun keculi apa yang telah di tetapkan baginya. Dan barang
siapa yang sangat menjadikan akhirat sebaga tujuannya, maka Allah akan
mengumpulkan seluruh harta kekayaan baginya, dan menjadikan kekayaan itu dalam
hatinya, serta mendapatkan dunia sedang ia dalam keadaan tertindas".
من عرف نفسه عرف ربه
"Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri, maka mengenal Tuhannya.
6.
Disebutkan bahwa dalam diri manusia ada 3 jenis nafsu, Amarah,
lawamah, Muthma’innah, jelaskan kettiga hal tersebut!
·
Nafsu Amarah adalah
potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang belum terkendali. Manusia yang memiliki
nafsu amarah sepanjang hidupnya akan dikendalikan oleh hawa nafsunya. Dan manusia
semacam ini tak ubahnya seperti binatang.
·
Nafsu
Lawwamah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu
yang berusaha dikendalikan sesuai perintah Tuhan. Manusia yang memiliki nafsu
lawwamah mereka akan labil. Di satu saat dia mengikuti akalnya, di saat yang
lain dia mengikuti nafsunya. Namun kecenderungannya dia akan mengikuti nafsunya
lebih besar daripada akalnya.
·
Nafsu Muthmai’nnah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang sudah terkendali/sesuai
perintah Tuhan. Manusia yang memiliki nafsu mutmainah nafsunya akan selalu
mengikuti akalnya sehingga ia selalu berhati-hati tidak terburu-buru dan
gegabah menuruti keinginan nafsunya. Manusia-manusia inilah yang diseru Allah
untuk memasuki surga-Nya.
“Demikianlah tugas dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Syukran
dan terima kasih.”