Selasa, 31 Januari 2017

Kriteria-Kriteria Baik dan Buruk




KRITERIA-KRITERIA BAIK DAN BURUK
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MANDIRI
MATA KULIAH: AKHLAK TASAWUF
DOSEN PENGAMPU: SUGIYARTO S. Sos



Disusun oleh:
Irfan Maulana Yusuf
FAKULTAS DAKWAH
MA’HAD ‘ALI AL-IKHLASH
CIAWILOR CIAWIGEBANG KUNINGAN JAWA BARAT
2016



KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang dengan Rahmat-Nya memberikan nikmat kepada kita semua sebagai mahkluk-Nya, yang berupa nikmat Iman dan Islam serta nikmat waktu untuk berfkir, untuk menggali ilmu-ilmu Allah yang begitu luas.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhir zaman yakni Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya sahabatnya dan kita selaku umatnya.
Alhamdulillah pemakalah bisa menyelesaikan makalah yang sederhana ini, yang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Ucapan terima kasih pemakalah sampaikan kepada Sugiyarto S. Sos selaku dosen pada mata kuliah Akhlak Tasawuf yang telah memberikan kesempatan untuk menggali ilmu ini lebih dalam lagi.
Selebihnya pemakalah mohon maaf, apabila makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan-kekurangan baik dalam bentuk tulisan ataupun yang lainnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته

Ciawlor, 17 Desember 2016

Penyusun





BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar belakang

Perbuatan manusia ada yang baik dan ada yang tidak baik. Perbuatan manusia ada yang baik dan ada yang tidak baik. Kadang-kadang disuatu tempat, perbuatan itu dianggap salah atau buruk. Hati manusia memiliki perasaan dan dapat mengenal, perbuatan itu baik atau buruk dan benar atau salah. Sebelum membahas lebih dalam tentang baik dan buruk alangkah baiknya untuk memahami kedua istilah tersebut yaitu baik dan buruk. Istilah baik dan buruk merupakan dua kata yang banyak digunakan untuk menentukan suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia.

Pembicaraan mengenai baik dan buruk penting karena dua alasan. Pertama, persoalan ini menjadi pembahasan utama ilmu akhlak sekaligus menjadi inti keberagaman seseorang. Kedua, mengetahui pandangan Islam tentang persoalan ini di tengah maraknya berbagai aliran yang memperbincangkan persoalan ini
.
B.   Rumusan Masalah

1.          Apa pengertian baik dan buruk ?
2.          Apa saja aliran baik dan buruk ?


BAB II
PEMBAHASAN

C.   Pengertian Baik dan Buruk.

Pengertian baik secara bahasa adalah terjemahan dari kata khoir dalam bahasa Arab, atau good dalam bahasa Inggris. Louis Ma`luf dalam kitab Munjid, mengatakan bahwa yang disebut baik adalah sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan.[1] Setiap ada pengertian baik pasti ada pengertian buruk. Istilah buruk dalam bahasa arab dikenal dengan istilah syarr, dan diartikan sebagai sesuatu yang tidak baik, yang tidak seperti yang seharusnya, tak sempurna dalam kualitas, dibawah standar, kurang dalam nilai, tak mencukupi, keji, jahat, tidak bermoral, tidak menyenangkan, tidak dapat disetujui, tidak dapat diterima, sesuatu yang tercela, lawan dari baik, dan perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.

Setiap orang pasti memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan dari setiap orang walaupun berbeda-beda, semuanya akan bermuara kepada satu tujuan yang dinamakan baik, semuanya mengharapkan agar mendapat yang baik dan bahagia, tujuan akhirnya sama. Setiap gerak dan langkah untuk mencari nilai, sudah tentu manusia memiliki suatu standar untuk mengukur sesuatu yang baik dan buruk.Baik dan buruk kadang-kadang diukur oleh adat.Ukuran adat istiadat ini tentu saja berbeda-beda disetiap tempat.Sebab, adat istiadat sangat dipengaruhi oleh faktor geografis dan lingkungan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Atas dasar ini muncul berbagai aliran diantaranya:

1.  Aliran Hedonisme
Aliran Hedonisme berpendapat bahwa norma baik dan buruk adalah”kebahagiaan” karenanya suatu perbuatan apabila dapat mendatangkan kebahagiaan maka perbuatan itu baik, dan sebaliknya perbuatan itu buruk apabila mendatangkan penderitaan. Ada juga yang mengatakan bahwa perbuatan yang baik adalah perbuatan yang banyak mendatangkan kelezatan, kenikmatan dan kepuasan nafsu biologis.
Aliran ini tidak mengatakan bahwa semua perbuatan mengandung kelezatan, melainkan ada pula yang mendatangkan kepedihan atau kesengsaraan. kebahagiaan atau kelezatan itu adalah tujuan semua manusia hidup didunia. Tidak ada kebaikan dalam hidup selain kelezatan dan tidak ada keburukan kecuali penderitaan. Sedangkan akhlak adalah berbuat untuk menghasilkan kelezatan, kemulyaan, dan kebahagiaan. Keutamaan tidak mempunyai nilai tersendiri, melainkan nilainya terletak pada kelezatan yang mengiringinya. Maksud paham ini adalah bahwa manusia hendaknya mencari kelezatan yang sebesar-besarnya bagi dirinya. Dan setiap perbuatannya harus diarahkan kepada kelezatan. Maka apabila terjadi keraguan dalam memilih sesuatu perbuatannya, harus diperhitungkan banyak sedikitnya kelezatan dan kepedihannya. Dan sesuatu itu baik apabila diri seseorang yang melakukan perbuatan mengarah kepada tujuan.
2.  Aliran Sosialisme.
Baik dan buruk menurut aliran ini ditentukan berdasarkan adat istiadat yang berlaku dan dipegangi oleh masyarakat. Orang yang mengikuti dan berpegang teguh pada adat dipandang baik, dan orang yang menentang tidak mengikuti adat-istiadat dipandang buruk dan mendapat hukuman secara adat. Adat istiadat selanjutnya dipandang sebagai pendapat umum.
Di masyarakat akan kita jumpai adat-istiadat yang berkenaan dengan cara berpakaian, makan, minum dan sebagainya. Orang yang mengikuti cara yang demikian itulah yang dianggap orang baik, dan orang yang mengingkarinya adalah orang yang buruk. Kelompok yang menilai baik dan buruk menurut adat ini dalam pandangan filsafat di kenal dengan aliran sosialisme. Paham ini muncul dari anggapan karena masyarakat itu terdiri dari manusia, maka masyarakatlah yang menentukan nilai  baik dan buruk perbuatan manusia itu sendiri. Karena hakikat dari adat itu sendiri sebenarnya adalah produk budaya manusia yang sifatnya nisbi dan relatif, maka nilai baik dan buruk tersebut juga sangat relatif juga.

3.  Aliran Humanisme.
Menurut aliran ini perbuatan yang baik adalah perbuatan yang sesuai dengan penilaian yang diberikan oleh hati nurani. Dan sebaliknya perbuatan buruk adalah perbuatan yang menurut hati nurani atau kekuatan batin di pandang buruk.Menurut paham ini ukuran baik dan buruk adalah tindakan yang sesuai dengan derajat manusia, dan tidak menentang atau mengurangi keputusan hati. Secara batin setiap orang pasti tidak akan dapat membohongi kata hatinya. Jika suatu ketika seseorang mengatakan suatu kebohongan, hal yang demikian hanya dapat dilakukan atau diterima oleh ucapannya, tetapi kata hatinya tetap tidak mengakui kebohongan itu.

4.  Aliran Religionisme
Paham ini berpendapat bahwa yang dianggap baik adalah perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan perbuatan buruk adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Paham ini,terhadap keyakinan teologis yaitu keimanan kepada Tuahan sangat memegang peran penting. Karena tidak mungkin orang berbuat sesuai dengan kehendak Tuhan, apabila yang melakukan tidak beriman kepada-Nya.
Perlu diketahui, bahwa di dunia ini ada bermacam-macam agama yang dianut, dan masing-masing agama menentukan baik buruk menurut ukuranya agama masing-masing. Agama Hindu, Budha, Yahudi, Kristen dan Islam , masing-masing agama tersebut memiliki pandangan dan tolok ukur tentang baik dan buruk antra yang satu dengan lainya berbeda-beda dan juga ada persamaanya.[2]



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Baik dan buruk yang menjadi tolok ukur perilaku manusia pada dasarnya akan kembali pada hati nurani manusia itu sendiri, sehingga manusia bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan yang buruk.

Dalam ajaran Islam baik dan buruk dinilai dari beberapa kriteria seperti niat dari hati manusia, dan bagaimana langkah yang ditempuh dalam melakukan perbuatan itu.Perbuatan yang baik dalam Islam adalah perbuatan yang sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan al-hadits, dan perbuatan yang buruk adalah perbuatan yang bertentangan dengan al-Qur’an dan al-hadits.



DAFTAR PUSTAKA


Ø http://vidaraesa-uinsuka.blogspot.co.id/2013/11/makalah-akhlak-tasawuf-baik-buruk-dari.html

Ø http://debysezuli.blogspot.co.id/2015/03/makalah-aliran-aliran-akhlak-tentang.html


[1] http://vidaraesa-uinsuka.blogspot.co.id/2013/11/makalah-akhlak-tasawuf-baik-buruk-dari.html
[2] http://debysezuli.blogspot.co.id/2015/03/makalah-aliran-aliran-akhlak-tentang.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar